Thursday, November 22, 2018

TIPS WISATA DI JEPANG

Setelah lumayan lama hiatus, akhirnya memutuskan untuk memperbaharui blog.
Kali ini kembali ingin membahas Jepang, semoga nggak bosan.
Tadi mau membahas Phantasy Star Online 2, tapi dah lama absen, jadi harus refresh dulu.

Tips untuk wisata di Jepang sebetulnya dah banyak, tapi yah refreshing dikit yah.
Oh... words of advice....
Hanya karena orang lain melakukannya di Jepang, bukan berarti kita harus ikutan juga yah.
Ingat, kita ada di negara orang, jadi ikuti peraturannya, pay respect to the rules itself.
Kita sendiri juga nggak mau kan orang melanggar peraturan di negara kita.
Kalau warga negara sendiri sih.... (silahkan isi sendiri yah).

1. DILARANG MAKAN DI KERETA
Ini peraturan standar di banyak negara sih, bahkan di kereta dan Transjakarta.
Logikanya simpel banget.
Kalau makan di kereta, takutnya tumpah atau remah-remahnya jatuh.
Akibatnya kotor, dan nambah kerjaan lagi.
Belum lagi bikin nggak nyaman penumpang lain.


Di kereta Jepang, makan nggak diizinkan, kecuali di Shinkansen.
Minum masih diperbolehkan, tapi hati-hati yah... Jangan sampai tumpah.
Selain itu ngobrol dengan suara keras juga tidak disarankan, apalagi ngobrol di telepon.
Mobile disarankan dalam kondisi silent saat masuk kereta, atau gunakan earphone.

2. BUANG SAMPAH
Di Jepang, buang sampah sembarangan itu merupakan sesuatu yang dilarang.
Well, di banyak negara juga gitu sih, termasuk Indonesia.
Yang sering dikeluhin sama turis adalah minimnya jumlah tempat sampah di Jepang.
Salah satu alasannya adalah Serangan Gas Sarin di Subway Tokyo pada tahun 1995.
Makanya sekarang tempat sampah jumlahnya terbatas.

Tapi itu nggak jadi alasan bisa buang sampah sembarangan,
Kalau kalian punya sampah, simpan dulu sampai menemukan tempat sampah.
Biasanya tempat sampah ada di dekat convenience store (seperti 7-11, Lawson), jadi tahan dulu keinginan buat sampah sembarangan yah.
Tempat sampah di Jepang juga ada klasifikasinya, jadi ada yang khusus untuk plastik, khusus kaleng, khusus kertas, de el el.
Pastikan kalian membuang sampah di tempat yang sesuai, yah.

3. MAKAN PADA TEMPATNYA
Kalau kalian lapar dan membeli makanan untuk makan di luar, jangan makan sambil berjalan.
Makan sambil jalan itu dianggap nggak sopan, jadi lebih baik kalian minggir dan habiskan dulu makanan kalian.
Atau cari tempat duduk, pergi ke taman, lalu sambil menikmati pemandangan, silahkan disantap makanan yang kalian beli.
Risih dilihatin? Yah, kembali saja ke penginapan kalian dan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan lagi.

Seperti sebagian besar restoran di seluruh dunia, kalian nggak disarankan membawa makanan dari luar untuk dimakan di tempat lain.
Selain nggak sopan, ini juga untuk mencegah restoran tersebut kena tuntutan di saat kalian keracunan makanan.
Anggap lah kalian beli makanan dari restoran A, lalu pergi ke restoran B karena teman kalian ingin makan di sana.
Jika kalian menyantap makanan restoran A, tapi sakit atau keracunan saat berada di restoran B, maka banyak yang mengira makanan restoran B ternyata tidak sehat.
Padahal kalian makan makanan restoran A, bukan restoran B.

4. SUMIMASEN
Untuk menarik perhatian seseorang, cukup katakan "Sumimasen".
Tidak semua orang Jepang bisa berbahasa Inggris, jadi kadang mereka nggak ngerti juga saat kamu bilang "Excuse Me", apalagi "Permisi".
Jangan lupa sedikit membungkukkan badan sebagai pertanda hormat.
Peraturan standar saat kalian berwisata ke seluruh negara, hormati orang lain dan mereka akan balik menghormatimu.

Saat bicara, nada suara jangan naik dan kalau mereka nggak bisa membantu, tetap bilang "Arigatou" sebelum pergi.
Pengalaman pribadi di Jepang, terutama di kota kecil, kalau menegur dengan bahasa Inggris, biasanya mereka langsung menolak.
Bukan karena mereka nggak tahu, tapi karena mereka nggak bisa balas ngomong. ^^;
Pastikan saat bertanya, kamu juga tahu apa yang ingin ditanyakan.
Nama lokasi dalam tulisan Jepang akan lebih efektif dibanding bertanya langsung.

5. ANIME DAN GAME
Sedikit informasi yang sering dilupakan oleh para pecinta anime dan game yang datang ke Jepang...
Tidak semua orang Jepang merupakan penggemar anime, manga, atau game.
Banyak di antara mereka yang tidak suka melihat fans maniak manga, game atau anime.
Belajar budaya dari manga, anime dan game memang bagus, tapi perhatikan juga situasi dan kondisinya.

Contohnya, orang usia tua atau dewasa biasanya kurang menghargai gaya bicara yang terlalu casual.
Sebagian besar bahaya yang digunakan di manga, anime atau game merupakan bahasa casual...
Jangan bicara dengan menggunakan kata "anta" ke yang lebih tua, apalagi jika kalian belum dekat orang tersebut.
...... Dan please, jangan menggunakan kata "temee" atau "kisama" sedemikian mudahnya. Itu kata yang dianggap kasar.
Hanya karena sering kalian dengar di anime, game atau manga, bukan berarti itu sesuatu yang bisa diterima dengan mudah saat kalian di Jepang.
Ingat, status kalian saat pergi ke Jepang adalah turis.
Jika kalian bikin "masalah", maka besar kemungkinan penduduk Jepang akan menyamaratakan turis lain.
Dengan kata lain, di otak mereka yang terpikir saat melihat turis, turis = masalah.

6. MINTA IZIN DULU
Dengan makin menjamurnya Instagram, otomatis makin banyak orang yang demen foto dan rekam video sana sini, terutama di dalam toko.
Hal penting yang sering dilupakan adalah MEMINTA IZIN DARI PEMILIK TOKO!
Tidak semua toko mengizinkan pemotretan atau perekaman barang di toko mereka.
Maka dari itu, ada baiknya kita minta izin dulu sebelum mulai merekam atau memotret.
Kalau tidak diizinkan, ya udah.. Terima saja dan pindah ke toko lain.

Biasanya kalau kita minta izin dengan sopan (apalagi setelah membeli barang), mereka akan mengizinkan.
Beralasan "kan nggak keliatan" juga nggak baik, kamera CCTV di mana-mana looh.
Logika aja sih, kalau kalian punya toko yang udah capek-capek kalian tata biar kelihatan menarik, tapi orang cuman mampir buat foto terus pergi.
Lah, kontribusi mereka buat kamu apa? Toko terkenal di instagram?
Terus, orang datang untuk melakukan hal yang sama.
Foto terus pergi, tapi nggak beli apa-apa. Nggak dapat duit deh...
Lain masalah kalau kamu emang pengen tempat kamu ngetop doang tanpa pembelian yah....

Beberapa kali ke Jepang, yang bisa saya lihat adalah orang Jepang biasanya diam saja saat melihat turis melanggar peraturan.
Tapi pandangan mereka ke kita langsung berubah, dan sikap mereka berubah juga.
Apesnya, yang kena efek ini biasanya turis lain yang nggak tahu apa-apa.
Makanya jangan salahin orang Jepang terus kalau mereka nggak friendly ke turis.
Mungkin mereka punya pengalaman buruk ama turis, makanya semua dipukul rata.

Peraturan di tiap negara memang berbeda.
Jadi saat kita mampir ke negara orang lain, kita ikuti saja peraturan mereka.
Tahap "harap maklum, kita kan turis" tiap orang kan beda, jadi jangan ditantang batas kemakluman itu...
Hanya karena kita membayar, bukan menjadi alasan kita bisa seenaknya di negara orang.
Jepang itu negara yang menyenangkan asal kita mengikuti "arus" mereka juga.

Banyak yang merasa "gerah" dengan banyaknya peraturan di negara tersebut.
Tapi mengingat beberapa peraturan itu cukup efektif untuk warga negaranya, maka sebagai pengunjung yang hanya beberapa hari (atau minggu) berada di Jepang, harap turuti peraturan tersebut.
Enjoy Japan to the fullest!
...... Nikmati Jepang sesuai kemampuan dompetmu. XD

Thursday, November 23, 2017

FINAL FANTASY XV: COMRADES

The Final Fantasy XV Expansion: Comrades is out!
This so called expansion is said to be regularly update.
I didn't follow the Beta (or Alpha?) test before, so I just wait until this expansion show up.
I played it, and here is the review of the game.



Thursday, June 29, 2017

2 EPISODE OF FINAL FANTASY XV

Ini kalau nggak salah jadi post pertama di tahun 2017.... Setelah vacuum lama.
Yah alasan standar lah, lives takes over. 😅
Jadi sambil menunggu panduan Phantasy Star Online 2 versi Jepang yang sedang dibuat, saya mau mereview dua Episode DLC dari Final Fantasy XV.
Dua dari tiga Episode DLC sudah keluar, dan yang terakhir...
Sayangnya baru keluar di bulan DESEMBER NANTI!
*gigit jari dulu saking teaser trailernya bikin sutris 😡*
Jadi, dua Episode DLC dulu yaaah...



Friday, December 23, 2016

MY FINAL FANTASY XV REVIEW

Butuh waktu 10 tahun bagi Square Enix sebelum bisa mengeluarkan Final Fantasy XV.
Tetsuya Nomura membutuhkan waktu selama 6 tahun untuk mengembangkannya, sebelum mengoperkannya ke Hajime Tabata di tahun 2012.
Hajime Tabata membutuhkan waktu 4 tahun sebelum akhirnya "menyelesaikan" game ini dan mengeluarkannya.
Kenapa saya pakai tanda petik? Karena Tabata mengumumkan akan mengeluarkan DLC yang menambah kaya cerita Final Fantasy XV, jadi nggak bisa dibilang selesai 100% juga.

Saya nggak akan berkomentar soal konsep mana yang lebih baik, Tabata atau Nomura, karena yang penting bagi saya game ini sudah rilis. Titik.
Harus diakui bahwa cerita game ini memang memiliki banyak bolong, tapi seperti yang sudah diungkit sebelumnya, kita tunggu saja DLC-nya kelak.
Toh kita juga nggak bisa jamin kalau cerita Tabata akan lebih baik atau tidak...

OK, selesai sudah pendahuluannya.
Sekarang mari saatnya saya utarakan pendapat saya mengenai game akhir tahun ini.

FINAL FANTASY XV

Thursday, November 24, 2016

MENGHABISI STORY BOSS DI SHIN MEGAMI TENSEI IV APOCALYPSE

Shin Megami Tensei IV Apocalypse akhirnya sukses ditamatkan, lengkap dengan semua ending.
Sayangnya aku nggak bisa mendapatkan 100% Demon Compendium.
Hal ini karena beberapa demon membutuhkan DLC, dan sayangnya dana tidak mencukupi. ^^;
Agak kesulitan menamatkan game ini, karena sama seperti game Shin Megami Tensei lain, Macca alias duit.... SUSAH BANGET DIDAPAT!
Dibandingkan Shin Megami Tensei IV, versi Apocalypse ini memang mendapat kemudahan.

- Lebih mudah mengetahui ke mana kita harus pergi berkat petunjuk di peta.
- Relic lebih cepat cool down, sehingga bisa lebih cepat di"gali" lagi.
- Musuh juga tidak terlalu agresif mengejar, ditambah dengan App yang lebih bervariasi.
- Tingkat kesulitan terasa banget perbedaannya.
- Elemen kegelapan dan cahaya sekarang bukan serangan instant KO lagi.
- Status Smirk mempengaruhi banyak hal.... termasuk efek Salvation.

Tapi mengingat ini game merupakan terusan dari Shin Megami Tensei IV, nggak heran kebanyakan dungeon dan boss cuma copy paste.
Untuk membantu gamer yang baru mulai main, berikut saya berikan daftar boss yang harus dilawan dalam cerita beserta tipsnya!
Enjoy!




Saturday, October 8, 2016

MATSUSHIMA, THE CITY WORTH VISITING!

When people decided to go to Japan, they usually pick Tokyo, Osaka or Kyoto as their destination.
Japan actually has a lot of interesting city, and not only those three cities.
One of my favorite cities to visit is Sendai, located about 1 hour away from Tokyo using Shinkansen.
From Sendai, you can go to another interesting place, which is Matsushima!

What so special about it? Well, let’s find out then. :D
Sendai Station, A good place to start
Welcome to Sendai!
Sendai has lots of things to offers, ranging from food to interesting places.
However, for today I will be talking you all to Matsushima, a small place located about 1 hour away from Sendai.

Friday, September 23, 2016

SELAMAT DATANG DI CAPCOM BAR!

Jadi, di kunjungan ke Jepang tahun ini, gue akhirnya bisa memasuki Capcom Bar.
Gue tahu informasi mengenai tempat ini sejak 2013 lalu, tapi selalu gagal masuk ke dalam.
Antara nggak nemuin tempatnya (karena gak ada sambungan net buat google map) atau waktunya salah (mereka buka agak siang).
Jadi saat tahun ini gue akhirnya bisa mampir, tentu aja nggak menyia-nyiakan kesempatan ini! >.<